Rabu, 23 Februari 2011

tugas matematika dan ilmu alamiah dasar

Pada mata kuliah matematika dan ilmu alamiah dasar ini saya akan membahas masalah penyebab banyaknya orang stress di era globalisasi dan cara mengatasinya.saya melakukan survei pada teman-teman saya dan ternyata banyak hal yang menyebabakan stress di era globalisasi ini,masalah yang menyebabkan stress itu beragam dan sangat kompleks,dari masalah yang ada saat ini hampir sebagian besar menyebabkan stress dan depresi pada orang yang sedang tertimpa masalah baik orang berada maupun orang yang berekonomi rendah,mengapa demikian?
Banyak faktor yang mempengaruhi kehidupan di era globalisasi ini yaitu:
Segi ekonomi adalah banyaknya kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi namun keadaan ekonomi tidak mendukung sehingga memaksa kita untuk berfikir bagaimana caranya mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan yang harus dipenuhi sedangkan skill yang dimiliki sangat minim sekali,jadi banyak orang yang putus asa dan nyerah pada keadaan yang ada.
Lain halnya dengan mereka yang memiliki uang banyak,mereka beranggapan bahwa segala sesuatu di era globalisasi ini semua bisa membutuhkan uang dan tidak sedikit dari mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan yang sangat banyak,tapi ada juga orang yang sangat terobsesi dengan uang hingga setiap saat selalu memikirkan uang dan lupa dengan sang pencipta,sampai suatu saat semua yang mereka miliki hilang hingga mereka tidak memiliki apa pun dan itu menbuat orang tersebut depresi berat.
Segi intelektual adalah kurangnya pengetahuan tentang ilmu teknologi yang sudah sangat berkembang di era globalisasi,mungkin untuk sebagian orang yang berekomoni rendah intelektual itu tidak terlalu penting karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak cukup apalagi memikirkan intelektual.
Segi perasaan adalah banyak orang yang stress karena urusan cinta,salah satunya yaitu:
 Seorang pemuda nekat ingin bunuh diri karena di tinggal pacarnya menikah dengan orang lain.
 Seorang ibu menjadi gila karena anaknya meninggal dunia.

Cara mengatasinya yaitu:
• Meningkatkan skill untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan mampu bersaing karena di era globalisasi ini sudah di berlalukan pasar bebas.
• Kita harus memiliki sifat yang konsumtif supaya dapat mengikuti perkembangan zaman.
• Mendekatkan diri kepada sang pencipta dan meminta solusi dari semua masalah yang sedang dihadapi.

Dari pembahasan diatas saya menyimpulkan bahwa penyebab terbesar yang menyebabkan stress di era globalisasi adalah masalah ekonomi karena semakin banyaknya kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi dan meningkatnya persaingan didunia kerja yang memaksa kita untuk memiliki skill yang lebih agar mampu bersaing dengan yang lain.

Senin, 22 November 2010

manusia dan tanggung jawab

Manusia Dan Tanggung Jawab



Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu.

dari google

manusia dan pandangan hidup

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.

Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat berarti cinta akan kebenaran, sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.

Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.

Disinilah peranan pandangan hidup seseorang. Pandangan hidup yang teguh merupakan pelindung seseorang. Dengan memegang teguh pandangan hidup yang diyakini, seseorang tidak akan bertindak sesuka hatinya. Ia tidak akan gegabah bila menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan, serta kesulitan yang dihadapinya.

Biasanya orang akan selalu ingat, taat, kepada Sang Pencipta bila sedang dirudung kesusahan. Namun, bila manusia sedang dalam keadaan senang, bahagia, serta kecukupan, mereka lupa akan pandangan hidup yang diikutinya dan berkurang rasa pengabdiannya kepada Sang Pencipta.

dari google

manusia dan keadilan

Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.

Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.

Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.

Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.

dari google

manusia dan penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.

Sabtu, 23 Oktober 2010

manusia dan cinta kasih

MANUSIA & CINTA KASIH
Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah pemaknaan akan cinta dalam realitas hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai sesuatu yang fitrah yang mesti dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti diagungkan.
Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks penjabaran defenisi itu.
Pemberian pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi. Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan. Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga perwujudannya berada dalam area metafisik (inmaterial). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.
Pada tulisan ini, penulis coba hadirkan pendefenisian akan cinta dan arah cinta yang sebenarnya. Penulis memberanikan diri memberikan paradigma baru atau sedikit lain dari paradigma ortodok yang selama ini mencecoki ruang nalar manusia dengan sudut pandang ideologis.
Dalam perspektif peradaban Yunani, cinta dibagi dalam tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah;
1) Cinta Egape, ialah cinta manusia kepada Tuhan yang diwujudkan dengan komunukasi ritual (vertical/horizontal).
2) Cinta Philia, ialah cinta kepada ayah-ibu (orang tua), keluarga, saudara, sahabat, dan sesama manusia.
3) Cinta Eros / Amos, ialah cinta antara pria dan wanita (suami dan istri).
Cinta kasih tidak hanya sekedar cinta belaka, akan tetapi cinta kasih itu timbul dari lubuk hati manusia yang sifatnya kekal dan tak akan pernah berubah. Dengan cinta kasih ini, manusia akan selalu berbahagia dan menderita di dalam hidupnya. Cinta sebagai keperluan fundemantal memang tidak mudah diterangkan atau didefenisikan.

hubungan kebudayaan dan kesastraan

KEBUDAYAAN DAN KESASTRAAN
Kebudayaan merupakan jiwa peradaban. Penganut mazhab jerman lebih jauh mengatakan bahwa kebudayaan adalah apa yang kita dambakan sedangkan peradaban (sebagai perluasan dari kebudayaan) adalah apa yang kita pergunakan. Kebudayaan tercermin dalam seni, bahasa, sastra, aliran pemikiran, falsafah dan bentuk-bentuk spiritualitas dan kebijakan moral, serta dalam ilmu-ilmu teoritis yang dikembangkan dan dihasilkan dalam suatu bangsa. Peradaban tercermin dalam politik praktis, ekonomi, teknologi, ilmu terapan, sopan santun, pelaksanaan hukum, ilmu kedokteran, dan sebagaimya. Peradaban yang sedang berkembang dalam masyarakat mungkin saja tidak berakar pada kebudayaan masyarakat atau bangsa bersangkutan, seperti dialami bangsa Indonesia sejak pemerintah kolonial memaksakan struktur kehidupan sosial, politik, dan ekonominya hingga sekarang. Jika demikian maka peradabannya itu mudah rapuh dan rentan terhadap goncangan.
Negara berperan penting dalam berkembangnya kebudayaan. Menurut Ibnu Khaldun, kebudayaan ialah kondisi-kondisi kehidupan yang melebihi dari sekadar apa yang diperlukan. Kehidupan semacam itu tidak akan berkembang benar-benar kecuali di kota. Karena itu kebudayaan sangat erat dengan negara, yang pusat pemerintahannya berada di kota dan menjadikan kota sebagai urat nadi kehidupan sebuah negara. Adanya negara yang melindungi kebudayaan untuk berkembang subur, maka suatu kebudayaan akan dapat maju. Dengan adanya kebudayaan pula sebagai landasan hidup bernegara dan bermasyarakat maka negara akan mempunyai tujuan spiritual yang jelas. Begitu pula nilai-nilai moral dan kebajikan, seni, filsafat, dan ilmu pengetahuan, dijamin berkembang.